KONIKALTIM.NEWS-KONI Kalimantan Timur (Kaltim) mematangkan persiapan lima cabang olahraga (cabor) untuk menghadapi PON Pantai 2026. Selain memastikan kesiapan atlet dan pelatih, KONI Kaltim juga menindaklanjuti kebutuhan anggaran serta pendaftaran peserta menjelang batas akhir entry by name dan entry by number pada 28 Oktober 2026.
Langkah tersebut dibahas dalam audiensi bersama pengurus lima cabor di Kantor KONI Kaltim, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda, Selasa (27/10/2026).
Kelima cabor yang dipersiapkan adalah bola tangan pantai, rugby pantai, triathlon, layar, dan selam laut. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut rapat Bidang Pembinaan dan Prestasi (Bimpres) KONI Kaltim sehari sebelumnya.
Kabid Bina Prestasi KONI Kaltim, Rudiansyah, mengatakan audiensi tersebut difokuskan pada kepastian pendaftaran atlet dan pelatih serta kesiapan masing-masing cabor sebelum batas waktu pendaftaran berakhir.
“Yang pertama kita pastikan nama-nama atlet dan pelatih segera didaftarkan sebelum batas waktunya habis. Kita juga meminta masing-masing cabang olahraga menjelaskan sejauh mana kesiapan atlet mereka untuk diikutsertakan dalam PON Pantai,” ujar Rudiansyah.
Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang tersebut harus disertai persiapan yang matang, termasuk target prestasi yang ingin dicapai setiap cabor.
KONI Kaltim mendorong setiap cabor memiliki target yang terukur. Berdasarkan hasil pembahasan bersama pengurus cabor, layar membidik empat medali emas, bola tangan pantai menargetkan dua emas, sedangkan rugby pantai dan triathlon masing-masing membidik satu emas.
Sementara itu, cabor selam laut juga berupaya memberikan hasil terbaik dan membuka peluang meraih medali emas.
Rudiansyah menegaskan, KONI Kaltim tidak menetapkan target peringkat klasemen keseluruhan karena hanya mengikuti lima dari sepuluh cabor yang dipertandingkan.
“Setiap cabang olahraga yang kita ikutsertakan tentu harus memiliki target. Kita sudah menanyakan target masing-masing cabor. Jadi, untuk PON Pantai ini kita lebih fokus pada target prestasi per cabang olahraga, bukan target posisi secara keseluruhan,” jelasnya.
Selain kesiapan teknis, dukungan anggaran menjadi salah satu perhatian KONI Kaltim. Rudiansyah menyebut kebutuhan pembiayaan keikutsertaan PON Pantai telah dibicarakan bersama Ketua Umum KONI Kaltim dan Kepala Dispora Kaltim.
KONI Kaltim selanjutnya akan mengajukan surat permohonan bantuan biaya kepada Dispora Kaltim berdasarkan cabor yang diusulkan mengikuti ajang tersebut.
“Persiapan atlet harus didukung anggaran. Kami sudah membicarakan hal ini dengan Ketua Umum dan Kepala Dispora. Selanjutnya, KONI Kaltim akan menyurati Dispora Kaltim untuk mengajukan permohonan bantuan biaya keikutsertaan PON Pantai,” ungkapnya.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan kontingen dalam mengikuti kompetisi, sekaligus memastikan persiapan atlet dan pelatih berjalan optimal.
Tantangan lainnya adalah jadwal PON Pantai yang berdekatan dengan pelaksanaan Porprov VIII Kaltim 2026 di Kabupaten Paser pada 14–27 November 2026.
KONI Kaltim telah berkoordinasi dengan pengurus provinsi masing-masing cabor untuk mengatur jadwal serta menentukan atlet yang akan diturunkan pada kedua ajang tersebut.
Menurut Rudiansyah, pengurus cabor juga telah menyampaikan surat kepada KONI Kaltim dan PB Porprov agar jadwal pertandingan dapat diselaraskan sehingga tidak mengganggu persiapan atlet.
“Kita sudah meminta masing-masing cabor mengatur jadwal agar tidak berbenturan dengan Porprov. Pengurus cabor juga sudah menyampaikan surat kepada KONI Kaltim dan PB Porprov. Mereka diharapkan bisa menentukan atlet yang akan tampil di Porprov maupun PON Pantai sesuai kesiapan masing-masing,” pungkasnya.
Melalui koordinasi tersebut, KONI Kaltim berharap kelima cabor dapat memaksimalkan persiapan, memenuhi target yang telah ditetapkan, dan membawa prestasi bagi Kalimantan Timur di PON Pantai 2026. (echa/fahri/hms.koni