KONIKALTIM.NEWS. Sebanyak 14 atlet putri Cricket Kaltim disiapkan menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Cricket 2026 di Denpasar, Bali, pada 22 Oktober hingga 2 November 2026. Tim pelatih membidik hasil terbaik dari sekitar lima kelas pertandingan yang akan diikuti.
Kaltim hanya mengirimkan tim putri dalam kejuaraan kali ini. Tim putra tidak diberangkatkan, sehingga skuad putri menjadi tumpuan untuk menjaga prestasi cricket Kaltim di tingkat nasional.
Pelatih Cricket Pengprov Kaltim, Muhammad Haris, mengatakan para atlet telah menjalani persiapan mandiri selama kurang lebih 10 hari di Samarinda. Atlet dari sejumlah kabupaten dan kota dikumpulkan untuk mengikuti latihan bertahap sebelum bertolak dari Balikpapan pada 21 Oktober. Mereka dijadwalkan mengikuti technical meeting pada 22 Oktober, kemudian mulai bertanding sehari setelahnya.
Persiapan tersebut mencakup pemeriksaan kondisi fisik, latihan teknik, hingga simulasi pertandingan. Haris memastikan kondisi fisik atlet masih terjaga, meskipun hasil tes menunjukkan sedikit penurunan.
“Untuk saat ini kondisi atlet secara fisik oke karena kita terus melakukan program latihan, terutama dari tim-tim PON. Itu kita tetap pantau hampir setiap hari mereka latihan,” ucap Haris, di Kantor KONI Kaltim, Selasa (20/10/2026) sore.
Ia menjelaskan, pemantauan rutin menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapan atlet. Program latihan yang disusun tetap membutuhkan pendampingan langsung agar berjalan optimal. Sebelum para atlet berkumpul di Samarinda, tim pelatih telah melakukan tes fisik untuk mengukur kondisi mereka.
“Memang ada penurunan sedikit, tapi tidak terlalu jauh. Jadi, pada saat kita sudah TC di sini kurang lebih 10 hari, mereka sudah fokus untuk latihan teknik dan simulasi,” ujarnya.
Dari sisi persaingan, Haris menilai kekuatan sejumlah daerah terus berkembang. Bali sebagai tuan rumah, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi tuan rumah PON, serta DKI Jakarta disebut memiliki intensitas pembinaan yang perlu diperhitungkan.
Tim pelatih telah memetakan kekuatan lawan dan menyusun strategi untuk menghadapi pertandingan. Haris tetap optimistis Kaltim memiliki peluang bersaing meski persaingan diperkirakan semakin ketat.
“Berdasarkan analisa kami di tim pelatih, kami masih memiliki peluang yang cukup besar,” tegasnya.
Kaltim juga membawa catatan prestasi dari kejuaraan sebelumnya. Haris menyebut tim putri pernah meraih medali emas pada 2024. Rincian jumlah medali yang diraih pada kejuaraan tersebut masih perlu dikonfirmasi agar catatan prestasinya akurat.
Tantangan lain muncul dari penerapan kelas pertandingan yang mengacu pada peringkat nasional. Haris mengatakan tim pelatih belum mengetahui secara terperinci kelas yang akan diikuti karena Kaltim tidak berpartisipasi dalam Kejurnas 2025, saat aturan yang digunakan sekarang telah diberlakukan.
Komposisi atlet juga berkaitan dengan ketentuan KONI Kaltim untuk Porprov. Atlet peraih medali emas PON tidak diperbolehkan mengikuti Porprov, begitu pula atlet berusia 30 tahun.
Haris menyebut hampir seluruh atlet yang disiapkan untuk Kejurnas kali ini merupakan bagian dari atlet Kaltim penyumbang medali emas PON.
“Pembinaan atlet juga terus berjalan di tingkat kabupaten dan kota,” tutupnya.(lisa)