KONIKALTIM.NEWS - Tim Keabsahan KONI Kaltim membuka pendaftaran dan verifikasi data atlet dari 10 kabupaten/kota mulai 2 Oktober. Proses berlangsung selama tujuh hari hingga 8 Oktober dengan sistem digital, yang disiapkan untuk menampung data seluruh atlet yang akan berlaga di Porprov Kaltim 2026 Paser.
Input data dilakukan serempak mulai pukul 08.00 hingga 18.00 setiap hari. KONI Kaltim menempatkan staf untuk memantau data dari masing-masing daerah.
Anggota Tim Keabsahan KONI Kaltim, Danri Dauri, mengatakan jumlah data yang masuk pada hari pertama belum bisa dipastikan. Proses input masih berjalan dan seluruh KONI kabupaten/kota disebut mulai bekerja memasukkan data atlet masing-masing cabang olahraga.
Pekerjaan tidak dilakukan dengan urutan sembarang. Tim lebih dulu memprioritaskan cabang olahraga yang dijadwalkan bertanding sebelum pembukaan Porprov pada 14 November.
Beberapa cabor memang akan lebih dulu turun ke arena. Dayung dan layar, misalnya, dijadwalkan mulai bertanding 5 November. Data atlet dari cabang yang bertanding lebih awal perlu segera masuk agar proses keabsahan tidak bertabrakan dengan jadwal pertandingan.
“Prioritasnya itu adalah cabor yang didahulukan diinput itu adalah cabor yang akan dipertandingkan sebelum pembukaan nanti bulan November tanggal 14,” bebernya, di Kantor Bidang Organisasi KONI Kaltim, Jumat (2/10/2026).
Sistem penginputan sudah disiapkan. Tim Keabsahan menggunakan link atau server yang dibangun khusus untuk proses pendaftaran dan verifikasi data atlet.
Danri menyebut, mekanisme digital ini berbeda dengan proses pada Porprov sebelumnya yang masih mengandalkan data manual. Pengalaman sebelumnya membuat tim membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk memasukkan dan memeriksa data.
“Dulu kalau penginputan data menggunakan data-data manual. Saya ingat Porprov Kutim sama Berau. Itu kita bekerja sekitar tiga bulanan nge-input datanya,” katanya.
Kini proses dikejar dalam waktu tujuh hari. Sistem digital diharapkan memangkas pekerjaan administratif sekaligus membuat pemantauan data dari 10 kabupaten/kota lebih mudah dilakukan.
“Karena data manual terkadang kita periksa per KTP. Sekarang kan semuanya sudah canggih dengan menggunakan link atau server yang kita bangun,” ujarnya.
Pemeriksaan tidak berhenti pada data yang dikirim KONI kabupaten/kota. Data atlet nantinya dikompromikan dengan Dukcapil untuk mencocokkan identitas kependudukan dan melihat riwayat KTP atlet.
Pemeriksaan ini penting untuk memastikan status atlet yang berasal dari luar Kaltim maupun atlet yang berpindah domisili. Ketentuan mutasi atlet juga menjadi bagian dari proses tersebut.
“Dukcapil itu intinya adalah untuk memverifikasi data atlet ke KTP-nya ini sudah berapa tahun,” jelas Danri.
Beban pekerjaan cukup besar karena sejumlah kontingen diperkirakan membawa lebih dari seribu atlet. Samarinda, misalnya, disebut berada di kisaran 1.300 atlet. Kondisi itu membuat staf KONI Kaltim harus memantau input data setiap kabupaten/kota secara harian.
Tim bekerja mulai pukul 08.00 sampai tengah malam selama masa pendaftaran. Setelah seluruh data masuk, tim akan memeriksa status keabsahan masing-masing atlet.
Target akhirnya seluruh KONI dari 10 kabupaten/kota telah memasukkan data tanpa persoalan administrasi. Hasil verifikasi kemudian dituangkan dalam data keabsahan atlet.
“Semua KONI kabupaten kota dari 10 kabupaten kota itu sudah masuk datanya semua dan dinyatakan sudah tidak ada masalah lagi, bahwa kami akan keluarkan data keabsahan atlet itu yang akan ditandatangani nanti sama ketua tim keabsahan beserta ketua KONI itu sendiri,” katanya.
Data yang telah ditetapkan kemudian diserahkan kepada PB Porprov. Pekerjaan tim tidak berhenti ketika dokumen keabsahan selesai.
Saat pertandingan berlangsung di Paser, Tim Keabsahan tetap memantau cabang olahraga yang bertanding.
Jika muncul persoalan mengenai sah atau tidaknya seorang atlet, tim akan melakukan pemantauan sesuai kewenangannya.
“Setelah selesai itu pada saat pelaksanaan tetap kita tim keabsahan memantau masing-masing cabor yang akan bertanding di Kabupaten Paser nanti pada saat hari pelaksanaannya,” ujarnya.
Ia mengakui proses kali ini berlangsung dalam waktu yang sangat sempit. Sistem digital diharapkan membantu tim mengejar pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan.
“Ini kita kejar tayang. Last minute sebetulnya,” katanya.
Ia berharap sistem yang digunakan perdana pada Porprov 2026 dapat berjalan dan menjadi pola baru untuk proses keabsahan pada penyelenggaraan berikutnya.
“Mudah-mudahan sukseslah ini perdana. Mudah-mudahan bisa menjadi contoh buat ke depan seperti apa,” pungkasnya.(upi/fahri/hms.koni)

KONIKALTIM.NEWS - Kontingen yang tak puas dengan hasil pertandingan di Porprov Kaltim VIII 2026 harus ingat satu hal, jangan langsung…
SelengkapnyaKONIKALTIM.NEWS – Derasnya arus Sungai Ayung, Bali, tak menyurutkan laju tim Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kalimantan Timur. Tiga medali…
Selengkapnya
KONIKALTIM.NEWS - Keterbatasan anggaran tak menyurutkan langkah Hapkido Kalimantan Timur untuk unjuk gigi di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hapkido ke-9. Dengan…
SelengkapnyaKONIKALTIM.NEWS – Dua atlet andalan Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, mencetak prestasi membanggakan di Kejuaraan TNI Triathlon Open 2026…
Selengkapnya
KONIKALTIM.NEWS - Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VIII Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser mulai memasuki tahap krusial. Dinas Pemuda…
SelengkapnyaKONIKALTIM.NEWS. Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII/2026 di Paser, dipastikan dibuka dari cabor layar. Pertandingan pembuka ini dipastikan dimainkan di Kabupaten…
Selengkapnya
KONIKALTIM.NEWS. Lima tim Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kaltim berangkat ke Bali dengan target yang lebih tinggi dari hasil Kejurnas…
SelengkapnyaKONIKALTIM.NEWS – Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalimantan Timur mematangkan persiapan Porprov dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas), sekaligus menuntaskan…
Selengkapnya