TARGET. Lima tim FAJI Kaltim membidik posisi dua besar pada Kejurnas Arung Jeram Indonesia 2026 di Bali. Lima Tim, 25 Atlet, Satu Target: FAJI Kaltim Tembus Dua Besar di Bali
KONIKALTIM.NEWS. Lima tim Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kaltim berangkat ke Bali dengan target yang lebih tinggi dari hasil Kejurnas 2024. Sebanyak 25 atlet disiapkan untuk mengejar posisi dua besar pada Kejuaraan Nasional Arung Jeram Indonesia 2026 yang berlangsung di Bali, 23–28 September.
Target tersebut bukan sekadar perbaikan peringkat. Dua tim teratas pada kejuaraan ini berpeluang mendapatkan tiket mewakili Indonesia pada kejuaraan dunia 2027. Kaltim melihat celah tersebut setelah pada Kejurnas 2024 di Jakarta hanya menempati peringkat ketiga.
Kontingen Kaltim terdiri atas 15 atlet putra dan 10 putri. Mereka dibagi dalam kelompok U-19 putra-putri, U-23 putra-putri, serta senior putra. Nomor senior putri tidak diikuti karena keterbatasan anggaran.
Ketua Harian FAJI Kaltim Michael Henry Smith mengatakan komposisi tim disusun dari pertimbangan teknis, rekam jejak atlet, serta hasil babak kualifikasi sebelumnya. Perubahan kelompok usia juga ikut memengaruhi susunan atlet yang dibawa ke Bali.
“Finish di nomor dua itu target kami,” katanya, di Gedung E DPRD Kaltim, Senin (21/9/2026).
Target tersebut akan diuji lewat empat nomor pertandingan yang menjadi rangkaian penentuan peringkat akhir, yakni sprint, head to head (H2H), slalom, dan down river race (DRR). Setiap tim harus menjaga konsistensi dari satu nomor ke nomor berikutnya untuk mengamankan posisi keseluruhan.
Kejurnas tahun ini digelar di Sungai Ayung, Kabupaten Badung. Ajang tersebut diikuti 53 tim dari 16 provinsi dan mempertandingkan 12 medali melalui empat nomor.
Kaltim membawa lima tim. Dua tim mendapat dukungan pendanaan FAJI Kaltim dan KONI Kaltim, sedangkan tiga tim lain berangkat dengan pembiayaan mandiri.
Komposisi mandiri itu berasal dari dua tim FAJI Kutai Barat dan satu tim dari Berau.
“Dua dari Kubar, satu dari Berau,” ujar Smith.
Keterbatasan anggaran membuat Kaltim tidak turun penuh pada seluruh kelompok yang tersedia. Senior putri harus ditinggalkan, sementara kekuatan yang dibawa dipusatkan pada lima tim yang dinilai memiliki peluang bersaing.
Hasil di Bali bagi FAJI juga menjadi tolok ukur sebelum memasuki agenda olahraga daerah. Rombongan tidak hanya berisi atlet. Official, wasit, dan juri ikut diberangkatkan sehingga total rombongan yang berkaitan dengan agenda FAJI Kaltim mencapai sekitar 37 orang.
Ketua Umum FAJI Kaltim Ekti Imanuel meminta atlet menjaga fokus sejak keberangkatan. Ia mengingatkan bahwa seluruh tim yang turun membawa identitas Kalimantan Timur, bukan hanya daerah asal masing-masing.
“Adik-adik dikirim ke Kejurnas di Bali mengatasnamakan Kaltim,” tegas Ekti.
Pesan itu tidak berhenti pada hasil pertandingan. Ekti meminta atlet menjaga disiplin, menghormati keputusan wasit, tepat waktu, serta menjaga kekompakan. Arung jeram merupakan olahraga beregu sehingga koordinasi antaranggota tim menjadi bagian dari penentu hasil.
“Saya harapkan kekompakannya, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” ujarnya.
Kejurnas Bali sekaligus menjadi agenda ganda bagi FAJI Kaltim. Pengurus akan mengikuti rapat kerja nasional FAJI, sementara sejumlah pengurus dikirim mengikuti penguatan kapasitas wasit dan juri untuk kebutuhan persiapan Porprov.
Dukungan keberangkatan datang dari KONI Kaltim, Bank Kaltim, Pupuk Kaltim, serta anggaran Pengprov FAJI Kaltim.
Setelah finis ketiga pada 2024, Kaltim kini memiliki empat nomor untuk mengejar posisi lebih tinggi. Dua besar menjadi batas yang diburu karena dari sana peluang menuju panggung dunia 2027 terbuka. (upi/fahri/hms.koni)