KONIKALTIM.NEWS - Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VIII Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser mulai memasuki tahap krusial. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kaltim menggelar Rapat Sinkronisasi Penyelenggaraan PORPROV VIII Kaltim Tahun 2026 secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (24/9).
Rapat yang mengundang seluruh pihak terkait ini digelar untuk menyamakan pemahaman sekaligus membagi kewenangan dan tugas teknis penyelenggaraan multieven olahraga empat tahunan tersebut, yang dijadwalkan berlangsung 14-27 November mendatang.
Plt Kepala Dispora Provinsi Kaltim, Rasman Rading, mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah soal kesiapan venue pertandingan. Ia menegaskan waktu yang tersisa sudah semakin mepet, sehingga kesiapan lapangan dan akomodasi harus menjadi prioritas utama.
“Venue pertandingan harus bisa digunakan mulai awal November nanti, jangan sampai belum siap waktunya mepet,” tegasnya.
Selain soal venue, Rasman juga menyoroti perlunya pembahasan lebih lanjut terkait pembagian tugas operasional antar bidang di kubu PB Porprov. Ia turut mengungkap adanya penyesuaian skema honorarium panitia yang tahun ini mengacu pada Standar Satuan Harga (SSH), berbeda dari penyelenggaraan PORPROV sebelumnya.
Rasman juga mengingatkan bahwa tidak semua cabang olahraga (cabor) akan mulai bertanding bersamaan dengan hari pembukaan. Sepatu roda, misalnya, telah dijadwalkan mulai bertanding pada 2 November, lebih awal dari cabor lainnya.
“Pra-CDM melalui zoom meeting ini fungsinya untuk mitigasi venue yang belum siap, yang nanti akan kita bahas lebih detail di CDM langsung di Paser bulan depan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser, Abdi Permana, memastikan kesiapan venue di daerahnya terus dikebut. Dari total cabor yang dipertandingkan, ia menyebut 54 venue sudah siap, di luar cabor yang memang tidak dipertandingkan di Paser.
“Memang ada venue yang masih 70 hingga 90 persen. Tapi saya pastikan Oktober selesai,” katanya.
Dari sisi KONI Kaltim, Wakil Ketua I Hendra RA menyampaikan pandangan berbeda. Ia menilai tahapan persiapan sudah mengalami keterlambatan pada fase pertama, sehingga perlu percepatan lewat pelaksanaan Coordination Delegation Meeting (CDM) secepatnya.
Hendra mengusulkan CDM melibatkan Technical Delegate (TD), perwakilan kontingen kabupaten/kota, Dispora, Tim Wasrah dan Keabsahan, serta KONI Kaltim. Ia juga mengusulkan agar CDM sekaligus digelar di Kabupaten Paser sambil meninjau langsung kesiapan venue cabor yang akan dipakai selama pelaksanaan PORPROV, 14-27 November mendatang.
“Intinya PB PORPROV yang harus bikin surat untuk mengundang kami. Jadi sekarang kami menunggu. Kapan PB PORPROV siap, kami langsung berangkat ke Paser beserta rombongan,” tuturnya. (echa/fahri/hms.koni)