KONIKALTIM.NEWS– Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) di Kabupaten Paser memasuki tahap akhir. Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, Gubernur Kaltim Rudi Mas’ud meminta seluruh aspek penyelenggaraan dipastikan siap, mulai dari venue pertandingan, akomodasi hingga layanan kesehatan atlet.
Hal tersebut disampaikan Rudi saat menerima kunjungan Bupati Paser dr Fahmi Fadli, Ketua Umum KONI Kaltim H. Anderiy Syachrum ST, dan Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Rasman Rading di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Selasa (3/11) sore.
Pertemuan tersebut membahas kesiapan penyelenggaraan Porprov VIII Kaltim yang dijadwalkan berlangsung pada 14–27 November 2026.
Dalam laporannya, Bupati Paser Fahmi Fadli memastikan venue pertandingan untuk 51 cabang olahraga (cabor) yang menjadi tanggung jawab penyelenggara telah dipersiapkan dan ditargetkan dapat digunakan sesuai jadwal.
Tak hanya fasilitas pertandingan, kesiapan layanan kesehatan juga menjadi perhatian. Fahmi memastikan setiap venue akan didukung satu dokter untuk mengantisipasi kebutuhan medis selama pertandingan berlangsung.
“Kami juga menyiapkan cadangan kamar hotel untuk mengantisipasi kebutuhan tamu VIP yang hadir selama Porprov,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kaltim H. Anderiy Syachrum menyampaikan hasil peninjauan tim saat pelaksanaan Chef de Mission (CDM) Meeting menunjukkan progres kesiapan venue terus berjalan.
Menurut dia, sejumlah fasilitas yang sebelumnya menjadi perhatian kini menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satunya venue softball dan baseball yang sempat diragukan penyelesaiannya, tetapi kini progres pembangunan telah mencapai 95 persen.
“Jadi, dari hasil peninjauan kami, kesiapan venue tidak perlu diragukan. Kami optimistis seluruhnya dapat diselesaikan tepat waktu. Softball dan baseball yang sebelumnya sempat diragukan, sekarang progresnya sudah 95 persen,” ungkap Anderiy.
Selain kesiapan venue, KONI Kaltim juga memberi perhatian serius terhadap keabsahan atlet yang akan berlaga. Anderiy menyebut proses seleksi dan verifikasi dilakukan secara ketat oleh Tim Keabsahan melalui sistem aplikasi yang bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Samarinda.
Sistem tersebut diterapkan untuk memastikan atlet yang bertanding benar-benar memenuhi persyaratan domisili dan administrasi sebagai atlet daerah Kaltim.
“Kalau Porprov empat tahun lalu, ada atlet luar Kaltim yang bermain hanya untuk mengejar bonus. Tahun ini sudah tidak bisa. Semuanya harus murni atlet lokal,” tegasnya.
Ia menambahkan, atlet yang berhasil menorehkan prestasi di Porprov nantinya diharapkan menjadi bagian dari kekuatan Kaltim dalam menghadapi Babak Kualifikasi (BK) PON mendatang.
Di sisi lain, Plt Kadispora Kaltim Rasman Rading memaparkan, Porprov VIII Kaltim diperkirakan diikuti sedikitnya 8.709 atlet. Jika ditambah pelatih dan ofisial, jumlah peserta yang terlibat diperkirakan mencapai 11 ribu orang.
Terkait pembiayaan, Rasman menjelaskan, tanggung jawab pendanaan dibagi antara Pemerintah Provinsi Kaltim, PB Porprov, serta pemerintah kabupaten dan kota melalui perangkat daerah terkait.
“Untuk Pemprov Kaltim melalui Dispora, kami hanya menanggung transportasi dan akomodasi perangkat pertandingan, seperti juri dan hakim. Sementara untuk atlet menjadi tanggungan kontingen masing-masing,” jelasnya.
Menanggapi laporan tersebut, Gubernur Kaltim Rudi Mas’ud mengingatkan agar persoalan akomodasi tidak dianggap sepele. Dengan jumlah kontingen yang diperkirakan mencapai ribuan orang, ketersediaan hotel dan tempat penginapan harus benar-benar diperhitungkan.
Selain itu, kesiapan tenaga kesehatan di setiap lokasi pertandingan juga harus dipastikan. Menurut Rudi, penyelenggaraan pesta olahraga tingkat provinsi tidak hanya berbicara tentang kelancaran pertandingan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kenyamanan seluruh peserta.
Ia juga menekankan pentingnya profesionalitas dewan hakim dan wasit agar setiap pertandingan berjalan objektif serta tidak menimbulkan polemik.
“Pastikan dewan hakim dan wasit jelas dan profesional. Jangan sampai protes lebih banyak daripada prestasi. Pastikan atlet lokal juga terus dibina setelah Porprov,” pesan Rudi.
Pemerintah Provinsi Kaltim berharap Porprov VIII tidak sekadar menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga menjadi momentum pembinaan atlet daerah sekaligus tolok ukur kesiapan Kaltim menghadapi agenda olahraga nasional berikutnya. (echa/fahri/hms.koni)

KONIKALTIM.NEWS-Kabar baik bagi kontingen Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur VIII 2026. Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum pada…
SelengkapnyaKONIKALTIM.NEWS- Atlet soft tennis Kalimantan Timur (Kaltim) membawa pulang satu medali emas, satu perak, dan lima perunggu dari Kejuaraan Nasional…
Selengkapnya
KONIKALTIM.NEWS – Kontingen Kalimantan Timur meraih satu medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-51 yang berlangsung di Serang, Banten,…
SelengkapnyaKONIKALTIM.NEWS - Meninggalnya dua atlet putri pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 menjadi pengingat bagi penyelenggara olahraga…
Selengkapnya
KONIKALTIM.NEWS-Tim cricket putri Kalimantan Timur (Kaltim) menorehkan prestasi pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Cricket 2026 yang berlangsung di Bali, 21–30 Oktober…
SelengkapnyaKONIKALTIM.NEWS-KONI Kalimantan Timur (Kaltim) mematangkan persiapan lima cabang olahraga (cabor) untuk menghadapi PON Pantai 2026. Selain memastikan kesiapan atlet dan…
Selengkapnya
KONIKALTIM.NEWS - Sebanyak 8.709 atlet dari 10 kabupaten/kota, dinyatakan sah mengikuti Porprov VIII Kaltim 2026. Samarinda mencatat jumlah atlet terverifikasi…
SelengkapnyaKONIKALTIM.NEWS – Kontingen Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalimantan Timur bertolak menuju Serang, Banten, Jumat (23/10/2026), untuk mengikuti Kejuaraan Nasional…
Selengkapnya