KONIKALTIM.NEWS-November 2026 menjadi ujian tersendiri bagi olahraga Kalimantan Timur. Belum tuntas berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim di Kabupaten Paser, sejumlah atlet berpotensi langsung dihadapkan pada agenda nasional, PON Pantai I di Ancol, Jakarta. Jarak waktu yang mepet memaksa KONI Kaltim memutar strategi agar kedua ajang tetap bisa diikuti secara optimal.
Porprov VIII Kaltim dijadwalkan berlangsung pada 14–27 November 2026. Sementara itu, PON Pantai I direncanakan bergulir pada 21–27 November 2026. Artinya, atlet hanya memiliki jeda waktu yang sangat terbatas untuk beralih dari satu kompetisi ke kompetisi berikutnya, termasuk mempersiapkan perjalanan menuju Jakarta.
Kondisi tersebut menjadi perhatian KONI Kaltim. Sebab, atlet yang tampil di Porprov berpeluang menjadi bagian dari kontingen Kaltim pada PON Pantai. Pengaturan jadwal pertandingan, kesiapan fisik, hingga koordinasi dengan pengurus provinsi cabang olahraga menjadi faktor penting yang perlu diperhitungkan.
“ Mau tidak mau, suka tidak suka, atlet harus bisa mengatur jadwal pertandingan. Mungkin peserta bisa lebih dahulu mengikuti Porprov, setelah itu mempersiapkan diri untuk PON Pantai,” ujar Hendra AR Wakil Ketua 1 KONI Kaltim dalam keterangannya pers, Selasa (13/10).
Bagi KONI Kaltim, persoalannya bukan sekadar membagi waktu. Kedua ajang memiliki kepentingan berbeda. Porprov menjadi panggung kompetisi olahraga antarkabupaten/kota di Kalimantan Timur, sedangkan PON Pantai merupakan kesempatan bagi atlet daerah untuk bersaing di level nasional.
Karena itu, KONI Kaltim telah menginventarisasi cabang olahraga yang berpotensi mengikuti PON Pantai. Dari hasil pendataan awal, empat cabang olahraga telah teridentifikasi siap, yakni selam, rugby pantai, bola tangan pantai, dan layar.
KONI Kaltim berencana memanggil pengurus provinsi cabang olahraga terkait untuk mengevaluasi kesiapan atlet serta memetakan peluang keikutsertaan pada ajang tersebut. Langkah ini diperlukan agar persiapan tidak berhenti pada pendataan, tetapi berlanjut pada rencana teknis yang lebih terukur.
“Bagaimanapun, ini agenda nasional yang harus kita sukseskan. Kalimantan Timur harus bisa membagi waktu, kapan berkompetisi di Porprov dan kapan berlaga di PON Pantai,” tegasnya.
Tantangan berikutnya adalah memastikan atlet tetap berada dalam kondisi kompetitif meski harus menjalani dua agenda dalam rentang waktu berdekatan. Koordinasi antara KONI, pengurus cabang olahraga, dan tim pelatih menjadi kunci agar penyesuaian jadwal tidak mengorbankan kesiapan atlet.
Bagi Kaltim, November bukan sekadar bulan pertandingan. Ini juga menjadi momentum untuk menguji ketepatan strategi pembinaan dan pengelolaan atlet. Targetnya, Porprov tetap berjalan maksimal, sementara peluang tampil dan mengharumkan nama daerah di PON Pantai tidak terlewatkan. (echa/fahri/hms.koni)