PADA Porprov VIII/2026, Paser berencana mempertandingkan 54 cabang olahraga (cabor). Jumlah itu satu cabor lebih banyak dari yang diselenggarakan di porprov edisi sebelumnya di Berau, 2022 lalu. “Kami berencana menyelenggarakan cabor paralayang sebagai tambahan cabor baru di porprov edisi ini,” jelas Bupati Paser Fahmi Fadli.
Hanya, dirinya menegaskan itu baru gambaran awal. Sebab, tidak menutup kemungkinan akan lebih banyak cabor yang bisa terakomodasi, mengingat masa persiapan yang masih sangat panjang. Dari hasil inventarisasi, ada 28 venue siap digunakan. “Satu venue bisa digunakan untuk penyelenggaraan beberapa cabor. Tetapi ada rencana menggandeng daerah tetangga untuk menyelenggarakan tujuh cabor, yaitu menembak, layar, arung jeram, ski air, golf, senam, dan triathlon,” jelas dia.
Meski demikian, mereka tengah mengupayakan agar bisa menyelenggarakan lebih banyak venue di Bumi Daya Taka. “Seperti tujuan awal pencanangan ini yakni agar persiapan lebih matang. Kami ingin mengupayakan pembangunan beberapa venue lagi.”
“Berdasarkan hasil evaluasi, kami ingin mengupayakan pembangunan venue road race dan arena boling. Kemudian empat gedung yang bisa menjadi tempat bertandingnya sepuluh cabor bela diri. Demi memastikan kelancaran rencana tersebut, kami sangat berharap dukungan bapak gubernur dan instansi teknis terkait, dari sisi moril dan materiil,” ucap pria yang juga berprofesi sebagai dokter tersebut.
Menurutnya, ini akan menjadi sejarah baru lantaran Paser sebagai kabupaten tertua di Bumi Etam, untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah penyelenggaraan porprov. “Atmosfer itu sudah terasa sejak sekarang, di mana venue-venue olahraga mulai banyak didatangi pemuda-pemudi untuk berolahraga. Kondisi itu bisa semakin ramai mengingat kehadiran IKN (ibu kota negara) Nusantara telah hadir di tengah-tengah masyarakat Kaltim,” ucap dia.
Sementara itu, Gubernur Kaltim Isran Noor yang mencanangkan Porprov Kaltim VIII/2026 berharap pelaksanaan porprov ini bisa menjadi ajang melahirkan atlet asli Kaltim yang membanggakan di level nasional hingga internasional. “Kita punya misi menjaga posisi sebagai yang terbaik di luar Pulau Jawa,” ucap Isran.
Keberhasilan menjaga gengsi itu setidaknya sudah tergambar dari hasil babak kualifi kasi (BK) pekan olahraga nasional (PON) yang tengah berlangsung. Hingga kini, Kaltim berada di peringkat keempat dengan perolehan 49 emas, 41 perak, dan 41 perunggu.
“Semoga apa yang sudah disiapkan saat ini dan yang ingin dilaksanakan pada masa mendatang, berjalan lancar dan sukses. Olahraga adalah milik semua masyarakat. Jadi, kita harus sama-sama menyukseskannya,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Isran juga berpamitan kepada masyarakat. Sebab, per Senin (2/10), Isran bersama Hadi Mulyadi, menuntaskan tugas sebagai kepala daerah Kaltim. “Ada banyak yang belum kami capai. Kami mohon maaf. Termasuk di dunia olahraga. Tetapi saya yakin, olahraga merupakan buah dari kerja sama. Pemerintah yang melakukan pembinaan dan perencanaan, tapi yang jadi inti adalah masyarakat dan atlet yang berprestasi,” tuntas politikus NasDem tersebut.
Hal senada disampaikan Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras. Dia berharap pencanangan ini jadi titik awal keberhasilan Paser sebagai tuan rumah multiajang olahraga paling bergengsi di provinsi ini. “Ini merupakan Langkah.
awal Paser untuk menyiapkan multievent empat tahunan di provinsi ini agar lebih baik dari porprov sebelumnya.
Karena itu, kami memandang perlu dipersiapkan lebih awal dan terencana dengan baik, sehingga pada hari-H nanti, semua akan berjalan sesuai dengan harapan kita semua,” terangnya.
Dia pun berharap ajang ini bisa memberi multiplier eff ect, yakni kebangkitan sumber daya manusia berkualitas di bidang olahraga prestasi. “Terima kasih kepada bupati Paser, Pemkab Paser, dalam hal ini Disporapar dan KONI yang bekerja keras untuk terlaksananya pelaksanaan pencanangan ini. Saya mengajak semua pihak untuk saling melengkapi dan menguatkan agar porprov di Paser tidak hanya sukses prestasi, tapi juga sukses penyelenggaraan, sukses pemberdayaan masyarakat, dan sukses administrasi keuangan,” pungkas dia. (*)