SAMARINDA – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim), Rusdiansyah Aras, menegaskan kebijakan ketat terkait mutasi atlet menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-VIII Kaltim tahun 2026 di Kabupaten Paser. Secara tegas, Rusdi, sapaan akrabnya, melarang mutasi atlet dari luar Provinsi Kaltim.
Ketegasan ini diambil untuk mencegah terulangnya kasus atlet yang hanya membela daerah di Porprov namun tidak dapat mewakili Kaltim di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Kami tegas tidak mau kecolongan lagi. Atlet dari luar Kaltim hanya mengejar bonus berlaga di Porprov, tapi di PON mereka tidak bisa membela Kaltim,” ujar Rusdiansyah Aras.
Rusdi menjelaskan, berdasarkan regulasi KONI Kaltim, mutasi atlet hanya diperbolehkan dari dalam provinsi Kaltim saja. Aturan ini memungkinkan atlet berpindah dari satu kabupaten/kota ke kabupaten/kota lain di Kaltim.
Contoh Mutasi Internal yang Diperbolehkan:
Seorang atlet yang pada Porprov sebelumnya membela Kabupaten Berau, diperbolehkan membela Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada Porprov Paser mendatang.
Syarat Mutasi Internal: Mutasi atlet di dalam provinsi harus memenuhi catatan ?Adanya persetujuan dari Pengurus Kabupaten (Pengkab) dan Pengurus Kota (Pengkot) yang bersangkutan.
Proses mutasi harus diketahui oleh KONI dari kedua belah pihak (KONI asal dan KONI tujuan).
Kasus Porprov Berau Jadi Pelajaran
Larangan ini bukan tanpa alasan. Rusdiansyah Aras mencontohkan kejadian pada Porprov Kaltim di Berau tahun 2022 lalu.
“Contoh atlet angkat berat mutasi dari Kaltara (Kalimantan Utara) ke Berau dan berhasil meraih medali emas. Tapi, di PON, atlet tersebut kembali membela Kaltara,” ungkap Rusdi.
KONI Kaltim mencatat, pada Porprov sebelumnya, diperkirakan sekitar 12 persen atlet yang berlaga berasal dari luar Kaltim, seperti dari Jawa Barat, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Kaltara, dan Sulawesi Selatan. Kondisi ini dinilai merugikan Kaltim karena atlet-atlet tersebut tidak berkontribusi untuk kontingen Kaltim di ajang multi-event nasional.
Dengan regulasi baru yang diperketat, KONI Kaltim berharap Porprov VIII Paser 2026 benar-benar menjadi ajang seleksi dan pembinaan bagi atlet-atlet potensial asli Kaltim yang siap mengharumkan nama provinsi di kancah nasional.(rd)

KONIKALTIM.NEWS – Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalimantan Timur mematangkan persiapan Porprov dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas), sekaligus menuntaskan…
SelengkapnyaKONIKALTIM.NEWS - Arena panjat tebing Sport Climbing Center Bukit Pelangi di Kutai Timur (Kutim), bakal menjadi arena persaingan para pemanjat…
Selengkapnya
KONIKALTIM.NEWS – Kebanggaan datang dari Kalimantan Timur! Atlet asal Kaltim, Rizky Zammy Febrian Laluyan, turut menjadi bagian tak terpisahkan dari…
SelengkapnyaKONIKALTIM.NEWS – Seleksi Daerah (Selekda) Padel Kalimantan Timur resmi dibuka di Aubry Padel Sport Centre, Samarinda, pada 16 September 2026…
Selengkapnya
KONIKALTIM.NEWS– Pengprov Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Kalimantan Timur menggelar Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) di Gedung Guru, Samarinda, pada Sabtu…
SelengkapnyaKONIKALTIM.NEWS — Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kabaddi U-21 DKI Jakarta resmi berlangsung pada 1 hingga 4 September 2026, bertempat di lingkungan…
Selengkapnya
KONIKALTIM.NEWS – Nama Rizky Zammy, putra asli Samarinda, kini masuk dalam daftar andalan Timnas Soft Tennis Indonesia yang akan berlaga…
SelengkapnyaKONIKALTIM.NEWS — Kontingen atlet putri softball Provinsi Kalimantan Timur secara resmi dilepas untuk mengikuti ajang SIMS OPEN Tournament Softball 2026,…
Selengkapnya