KONI Kaltim Audiensi ke Gubernur, Bahas Dukungan Pemprov untuk Kualifikasi PON 2028
KONIKALTIM.NEWS – Jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur menggelar audiensi dengan Gubernur Kalimantan Timur H Rudi Mas’ud di Kantor Gubernur Kaltim, kemarin.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Asisten I Pemprov Kaltim M. Fitra Firnanda ST, Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kaltim Rasman Rading, Ketua Umum KONI Kaltim H Anderiy Syachrum ST, Ketua Harian KONI Kaltim Nidya Listiyono, serta Bendahara Umum KONI Kaltim Siti Astridya.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penyelenggaraan event olahraga seperti pekan olahraga daerah, hingga dukungan pemerintah terhadap babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan berlangsung tahun depan.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Rudi Mas’ud mendorong agar penyelenggaraan berbagai event olahraga dapat menggandeng sektor swasta maupun pihak ketiga melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Menurutnya, langkah ini penting agar tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang saat ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Untuk prestasi kita oke, tapi jangan lupa setiap anggaran yang digunakan harus dipertanggungjawabkan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Gubernur juga kembali menegaskan target prestasi olahraga Kaltim, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional, untuk terus menjadi yang terbaik. Namun ia menekankan bahwa pencapaian prestasi harus berjalan beriringan dengan tata kelola yang bersih.
“Jangan sampai kita dapat prestasi, tapi ujungnya menyisakan masalah. KONI, tata kelola keuangannya harus akuntabel, transparan, dan profesional. Jangan sampai atletnya naik podium, tapi integritas dan administrasinya turun,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kaltim H Anderiy Syachrum menyambut positif arahan Gubernur terkait dukungan Pemprov terhadap pembinaan atlet-atlet di Kaltim. Ia mengaku kondisi fiskal keuangan daerah saat ini menuntut KONI untuk berpikir keras dan berinovasi agar roda pembinaan tetap berjalan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang sudah membuka ruang kepada mitra-mitra pemerintah agar bisa bergandengan tangan membantu pembinaan atlet-atlet kita,” ungkapnya.
Anderiy menambahkan, keterbukaan tersebut turut memberi ruang bagi KONI untuk berinovasi dan mengelola potensi-potensi yang dapat menghasilkan income, yang pada akhirnya digunakan untuk membantu pembiayaan cabang olahraga agar para atlet dapat terus berlatih secara berkelanjutan.
Tak hanya itu, Anderiy mengungkapkan pihaknya tengah mewacanakan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) setiap dua tahun sekali, dari sebelumnya digelar empat tahun sekali. Skema ini dinilai penting sebagai ajang evaluasi sekaligus persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Saat ini sudah ada dua daerah yang melaksanakan Porprov setiap dua tahun sekali, yakni Jawa Timur dan Jawa Barat. Tujuannya untuk menjaga kesinambungan pembinaan atlet agar tetap semangat dan venue tetap terawat,” jelas Anderiy. (echa/fahri/hms.koni)