KONIKALTIM.NEWS - Ketua KONI Kalimantan Timur H Anderiy ST bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur Rasman Rading melakukan monitoring terhadap pembinaan cabang olahraga akuatik di Kolam Renang Mulawarman, Balikpapan, Selasa (25/8) malam.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya KONI Kaltim memantau kesiapan cabang olahraga yang diproyeksikan menjadi salah satu andalan perolehan medali Kaltim pada Pekan Olahraga Nasional mendatang.
Rombongan disambut Ketua Akuatik Kalimantan Timur Alimuddin bersama jajaran pengurus dan pelatih renang.
Dalam kunjungan tersebut, Anderiy menyaksikan langsung proses latihan sejumlah atlet renang muda asal Balikpapan, termasuk atlet yang tengah dipersiapkan untuk tampil pada Pekan Olahraga Provinsi di Paser, November mendatang.
Cabang olahraga akuatik menjadi perhatian khusus KONI Kaltim setelah Gubernur Kalimantan Timur menyebutnya dalam pidato pelantikan pengurus KONI Kaltim beberapa bulan lalu. Akuatik tercatat memiliki 59 nomor pertandingan, jumlah yang dinilai berpotensi mendongkrak perolehan medali Kaltim jika pembinaannya berjalan optimal.
Alimuddin mengatakan, intensitas latihan atlet renang Kaltim saat ini terbilang tinggi. Latihan dilakukan dalam dua sesi, yakni sore hingga malam dan dini hari hingga pagi, di luar aktivitas atlet sebagai pekerja maupun pelajar.
“Begini kondisi atlet renang kami, dari jam 6 sore sampai jam 9 malam mereka latihan, nanti gelombang kedua jam 5 subuh sampai jam 8 pagi baru selesai. Intinya, mereka latihan di luar aktivitas mereka sebagai pekerja maupun pelajar,” ungkapnya.
Alimuddin, yang juga menjabat Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita Ibu Kota Nusantara, menambahkan pembinaan akuatik Kaltim saat ini difokuskan pada target jangka panjang, yakni perolehan medali di PON.
Namun, ia menekankan pentingnya ketersediaan fasilitas latihan yang representatif untuk mendukung target tersebut.
“Sebenarnya kolam renang Palaran sangat mumpuni karena sudah sesuai standar nasional, tinggal bagaimana Pemprov Kaltim bisa mendukung untuk melakukan pembenahan sedikit agar kolam tadi bisa layak kembali digunakan,” ujar Alimuddin.
Ia menilai perbaikan Kolam Renang Palaran lebih memungkinkan dibandingkan pembangunan kolam baru di kompleks Stadion Gelora Kadrie Oening, Sempaja.
Selain itu, ia mengusulkan agar KONI Kaltim membantu mendatangkan pelatih renang profesional dari luar negeri untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet.
“Bisa pelatih dari Australia, Amerika, atau Cina dan Rusia, karena mereka punya program yang bisa mendongkrak prestasi atlet dan reputasi mereka sebagai salah satu kekuatan renang dunia,” katanya.
Alimuddin menambahkan, biaya mendatangkan pelatih asing dinilai lebih rendah dibandingkan biaya pemusatan latihan atlet Kaltim di luar negeri.
Menanggapi usulan tersebut, Anderiy menyatakan KONI Kaltim akan menawarkan skema kerja sama kepada mitra maupun perusahaan yang bersedia menjadi pendukung pembiayaan atlet, atau yang biasa disebut “bapak angkat”.
“Hal ini membantu kita, baik KONI maupun Pengprov, terhadap beban biaya yang dikeluarkan dalam pembinaan nanti,” kata Anderiy.
Anderiy meminta pengurus akuatik segera menyusun perencanaan program latihan beserta estimasi anggaran yang diperlukan untuk mendatangkan pelatih profesional.
Perencanaan tersebut, menurut dia, akan menjadi acuan bagi calon mitra dalam menentukan besaran dukungan pembiayaan yang akan dikombinasikan dengan anggaran KONI.
Adapun terkait perbaikan Kolam Renang Palaran, Rasman Rading meminta pengurus akuatik menyiapkan usulan perbaikan untuk selanjutnya disampaikan kepada Gubernur Kalimantan Timur.
“Harapan saya bisa segera, karena pembangunan kolam renang di Stadion Kadrie Oening sebenarnya bagian dari menunjang fasilitas hotel. Kalau bisa dua berjalan, di Palaran tetap bisa ikut diperbaiki karena biayanya tidak terlalu besar juga,” kata Rasman. (echa/fahri/hms.koni)