SAMARINDA. Agenda perdana dijalankan Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Kaltim, di bawah kendali ketua anyar mereka, Hasanuddin Mas’ud.
Sejak kemarin (23/4/2026) hingga 26 April mendatang, Gedung Serba Guna di GOR Kadrie Oening menjadi pertarungan taekwondoin-taekwondoin kelompok umur di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Indonesia kategori Cadet dan Junior 2026.
Kejurnas ini menjadi ajang pembinaan, sekaligus unjuk prestasi bagi atlet muda taekwondo dari seluruh penjuru Tanah Air.
Ketua panitia pelaksana, Charles mengatakan, kejurnas ini juga menjadi salah satu sarana mencari alet-atlet potensial dari daerah yang nantinya bisa membawa nama Indonesia di kancah internasional.
“Kejurnas ini menjadi momentum penting dalam mencetak generasi atlet taekwondo berprestasi,” ujarnya. Dikatakan Charles, sebanyak 450 atlet ambil bagian dalam kejuaraan ini, terdiri dari 259 atlet kategori kadet dan 191 atlet kategori junior, yang datang dari 31 provinsi di Indonesia.
“Banyaknya taekwondoin yang hadir di ajang ini, menunjukkan tingginya antusiasme serta pemerataan pembinaan olahraga taekwondo di daerah,” sebut Charles.
Charles juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya PB TI dan Pengurus Provinsi (Pengprov) TI Kaltim.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan, sehingga kejuaraan ini dapat terlaksana dengan sukses,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia berharap kejurnas ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan atlet yang berkelanjutan guna meningkatkan prestasi taekwondo Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan partisipasi ratusan atlet muda berbakat, Kejurnas Taekwondo 2026 diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mencetak atlet-atlet unggulan masa depan yang mampu mengharumkan nama bangsa.
Sementara itu Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI), Richard Tampubolon, dalam sambutannya menyampaikan, kejurnas ini menjadi ajang penting untuk mengukur keberhasilan program pembinaan dan latihan yang telah dijalankan oleh masing-masing daerah.
“Harapan saya, dari kejurnas ini akan terlihat hasil dari program pembinaan serta lahir kader-kader atlet baru dari seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke,” lanjutnya.
Dia juga menyampaikan, apresiasi kepada seluruh provinsi yang telah mengirimkan atlet terbaiknya untuk berpartisipasi dalam kejuaraan tersebut.
“Saya berharap seluruh atlet bertanding secara sportif, menjaga persaudaraan, sehingga kejuaraan ini dapat berjalan sukses dan lancar,” tegasnya.
Tak hanya kepada atlet, ia juga berpesan kepada para wasit agar menjalankan tugas secara objektif dan profesional guna menghindari potensi konflik di arena pertandingan.
“Saya yakin integritas wasit akan terus dijaga dan ditingkatkan demi menghasilkan pertandingan yang adil dan berkualitas,” tambahnya. (*)