KONI KALIMANTAN TIMUR
ditawari-ketua-harian-koni-kaltim-pilih-membantu-di-luar-struktur
Ditawari Ketua Harian KONI Kaltim, Pilih Membantu di Luar Struktur
Senin, 06 April 2026 , 10:31

KAMIS (2/4) siang itu, matahari Samarinda terasa cukup menyengat. Namun, suasana di sebuah ruangan di kawasan Jalan Juanda terasa sejuk dan penuh kehangatan. Saya hadir memenuhi undangan Haji Anderiy Syachrum, sosok yang kini tengah bersiap menyongsong amanah besar sebagai kandidat Ketua KONI Kaltim masa bakti 2026-2030.

Di sana, Haji Anderiy tidak sendirian. Ia didampingi oleh Arief Rachman Hakim, Ketua Harian Pengprov Perbasi Kaltim. Kami bertiga larut dalam diskusi panjang. Fokusnya satu: bagaimana masa depan pembinaan olahraga prestasi di Bumi Etam.

Kami membedah peta jalan menuju BK PON hingga muaranya di PON 2028 mendatang. Saya menangkap getaran ambisi yang positif dari Haji Anderiy. Beliau punya mimpi besar agar olahraga Kaltim tidak sekadar jago kandang, tapi mampu memberikan kontribusi nyata bagi prestasi Indonesia di level internasional. Sebuah visi yang tentu harus kita amini dan dukung bersama.

Namun, di tengah diskusi yang mengalir itu, Haji Anderiy menyampaikan sebuah harapan yang cukup mengejutkan bagi saya. Beliau meminta saya untuk mendampinginya secara langsung di struktur kepengurusan sebagai Ketua Harian KONI Kaltim periode mendatang.

Mendengar permintaan itu, saya menarik napas sejenak. Ada rasa bangga dan terima kasih yang mendalam atas kepercayaan tersebut. Menjadi bagian dari gerbong perubahan adalah kehormatan bagi siapa pun. Namun, hati kecil saya memiliki pertimbangan lain yang lebih mendasar—sebuah prinsip yang saya pegang teguh sebagai pelaku olahraga dan jurnalis.

Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf. Saya menyatakan siap membantu beliau kapan saja, memberikan pemikiran atau masukan, namun tidak dalam struktur kepengurusan.

Mengapa? Bagi saya, ini adalah soal integritas dan tanggung jawab moral.
Diatas kertas, capaian kita di PON XXI 2024 Aceh-Sumut sebenarnya tidaklah buruk, bahkan menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Jika kita menoleh ke belakang, pada PON XX 2021 di Papua, Kaltim meraih 25 medali emas, 33 perak, dan 42 perunggu (peringkat 7). Di PON 2024 lalu, raihan kita melonjak tajam menjadi 30 medali emas, 55 perak, dan 69 perunggu. Artinya, ada kenaikan jumlah medali sebesar 54 persen.

Pun jika dibandingkan dengan hasil PON XIX 2016 di Jawa Barat—saat Kaltim meraih 25 emas, 44 perak, dan 73 perunggu—perolehan emas kita di 2024 tetap mengalami kenaikan sekitar 12 persen.

Namun, olahraga bukan sekadar deretan angka statistik di atas meja. Olahraga adalah tentang target dan kehormatan. Saya harus jujur pada diri sendiri dan masyarakat olahraga Kaltim: saya gagal menghantarkan kontingen menembus target 5 besar yang kita canangkan.

Dalam dunia olahraga, kita diajarkan untuk sportif. Jika target besar tidak tercapai, maka harus ada evaluasi yang jujur, termasuk evaluasi terhadap diri sendiri sebagai nakhoda.

Rasanya menjadi “tidak elok” jika saya menyatakan tidak mencalonkan diri kembali sebagai ketua karena alasan tanggung jawab moral, namun di sisi lain masih ingin “bercokol” di kursi strategis seperti ketua harian. Kepemimpinan butuh regenerasi total. Harus ada wajah baru, energi baru, dan semangat baru untuk membawa kapal besar KONI Kaltim berlayar lebih jauh dan lebih cepat.

Kaltim tidak kekurangan stok putra-putri terbaik. Masih banyak figur yang memiliki kapabilitas, dedikasi, dan integritas untuk memajukan olahraga prestasi di daerah ini. Mereka harus diberi ruang seluas-luasnya untuk berekspresi dan membuktikan diri tanpa bayang-bayang masa lalu.

Olahraga mengajarkan kita tentang kejujuran dan keberanian mengakui realita. Biarlah saya berada di luar pagar struktur. Meski tanpa jabatan formal, jiwa saya tidak akan pernah pergi dari dunia yang membesarkan saya ini. Hingga akhir hayat, saya akan tetap menjadi pelaku olahraga—meski kini peran itu lebih banyak saya jalankan lewat goresan pena sebagai seorang jurnalis.

Terima kasih, Haji Anderiy. Selamat berjuang. Mari kita jaga api semangat olahraga Kaltim agar terus menyala, dengan cara dan peran kita masing-masing. (*)

Matangkan Pelaksanaan Musorprov, Tim OC Gelar Rapat Perdana

SAMARINDA. Menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Kaltim, persiapan matang terus dilakukan. Salah satu yang bertanggung jawab dalam hal pelaksanaan…

Selengkapnya

Buka Rakerprov FPTI, Ketua KONI Kaltim Tegaskan Persiapan Porprov 2026 dan BK PON 2027

SAMARINDA – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur, Rusdiansyah Aras, memberikan instruksi tegas kepada Pengurus Provinsi (Pengprov)…

Selengkapnya

Matangkan Agenda Musorprov, KONI Kaltim Gelar Pleno

SAMARINDA - Seiring tuntasnya Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), KONI Kaltim langsung bergerak cepat untuk mematangkan rencana Musyawarah Olahraga Provinsi…

Selengkapnya

Porprov Kaltim Digelar 14-27 November 2026

TANAH GROGOT - Pemkab Paser yang menjadi bagian Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII Tahun 2026, menggelar…

Selengkapnya

NPHD Tuntas Diteken, KONI Kaltim Siap Geber Program Organisasi

SAMARINDA– Kepastian keberlanjutan pembinaan olahraga di Kalimantan Timur menemui titik terang. Proses penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Dinas…

Selengkapnya

Menanti Kabinet “Tancap Gas” Haji Anderiy

Urusan Prestasi: Ketua I dan BinpresKONI Kaltim selalu menempatkan prestasi sebagai prioritas. Di posisi ketua I (Bidang Pembinaan Prestasi), pengalaman…

Selengkapnya

PSSI Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk H. Anderiy Syachrum Pimpin KONI Kaltim 2026-2030

SAMARINDA – Peta persaingan menuju kursi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur masa bakti 2026-2030 semakin mengerucut.…

Selengkapnya

Jadwal Terkunci, Porprov Tetap 2026

TANA PASER – Kepastian jadwal Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII akhirnya dikunci. Seluruh kepala Dispora dan ketua KONI kabupaten/kota…

Selengkapnya