SAMARINDA – Agenda strategis Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim terpaksa mengalami penyesuaian. Salah satunya, Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) yang harus mundur dari jadwal semula akibat tersendatnya pencairan dana hibah.
Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, mengungkapkan bahwa perubahan jadwal ini tidak terlepas dari keterlambatan akses anggaran. Padahal, Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) 2026 telah ditandatangani sejak 6 April lalu.
“Musorprov dan beberapa agenda lain kami geser, paling cepat awal Juni. Ini setelah kami menerima penjelasan dari sekretaris Dispora Kaltim,” ujarnya di Sekretariat KONI Kaltim, Samarinda, Senin (20/4).
Ia menyebut, kondisi tersebut memaksa KONI melakukan penyesuaian, meski sebelumnya seluruh agenda strategis ditargetkan rampung pada akhir April. Kendati demikian, persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII di Kabupaten Paser pada November 2026 tetap berjalan sesuai rencana.
Sejumlah perangkat pertandingan pun terus disiapkan, mulai dari tim wasit dan juri, tim keabsahan, hingga dewan hakim. Rusdi menegaskan, perubahan jadwal tidak boleh mengendurkan semangat pembinaan olahraga.
“Memang ini di luar rencana. Tapi kami berharap semua pihak tetap fokus. Target kita tetap, menyukseskan Porprov, babak kualifikasi PON, hingga PON 2028,” tegasnya.
Di sisi lain, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim mengakui adanya kendala dalam proses pencairan hibah. Pelaksana Tugas Kepala Dispora Kaltim, Muhammad Faisal, menjelaskan bahwa anggaran kas sebelumnya ditempatkan pada triwulan keempat, mengikuti pola penganggaran tahun sebelumnya.
“Memang awalnya anggaran kas itu disusun di triwulan keempat. Itu mengikuti kebiasaan tahun-tahun lalu,” katanya.
Namun, setelah NPHD diteken, Dispora berupaya mempercepat pencairan. Upaya itu sempat terkendala karena penempatan anggaran kas belum menyesuaikan kebijakan percepatan di awal tahun.
“Ada sedikit miskomunikasi di internal. Anggaran kas sudah disusun sejak tahun lalu, sementara kami ingin percepatan di awal tahun,” jelasnya.
Sebagai solusi, Dispora telah mengajukan pergeseran anggaran kas dari triwulan keempat ke triwulan kedua. Proses tersebut kini tengah dibahas di Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Faisal optimistis proses administrasi dapat segera rampung. Ia menargetkan pencairan dana hibah sudah bisa dilakukan paling lambat pekan depan. “Kalau normalnya dua sampai tiga hari selesai. Tapi kami antisipasi paling lambat minggu depan sudah bisa cair,” tegasnya.
Ia memastikan, pergeseran ini hanya bersifat internal dan tidak akan menghambat hingga akhir tahun. Bahkan, sejumlah program Dispora di triwulan kedua rela digeser demi memprioritaskan pencairan hibah. “Kegiatan kami di triwulan dua kami pindahkan ke akhir. Yang penting hibah untuk KONI dan lainnya bisa jalan dulu,” ujarnya.
Langkah percepatan ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan program pembinaan olahraga di Kaltim, sekaligus memastikan agenda-agenda penting KONI tetap berjalan meski sempat tertunda. (*)