KERAN medali emas Kaltim di Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri di Kudus, Jawa Tengah mengalir deras. Pada hari ketiga, Selasa (14/10), Bumi Etam mendulang empat medali emas yang dipersembahkan cabor andalan; gulat (tiga medali) dan judo (satu medali).
Dengan hasil ini, Kaltim total meraih enam medali emas. Sehari sebelumnya gulat sudah lebih dulu meraih dua emas lewat Kusno Hadi dan Henry Hidayat. Gulat masih menjadi lumbung emas Kaltim di PON Bela Diri ini. Tiga tambahan medali emas gulat Kaltim dipersembahkan Annisa Safitria di kelas 50 kilogram putri, Inadrah di kelas 57 kilogram putri, dan Desi Rahmawati di kelas 62 kilogram putri.
Menanggapi hasil tersebut, pelatih gulat Kaltim Rudiansyah memberikan apresiasi kepada atlet yang sudah berjuang keras di atas matras. “Alhamdulillah sampai hari ini kita berhasil meraih lima medali emas. Kita masih akan turun di enam nomor lagi yang akan kita ikuti,” terang pelatih yang akrab disapa Keke itu.
Sejatinya Keke optimistis bisa menjanjikan medali emas lagi jika atlet Kaltim yang main di pelatnas bisa bertanding. Namun aturan dari PB PGSI menegaskan atlet pelatnas dilarang bertanding di PON Bela Diri.
“Tadinya saya berharap atlet pelatnas kita bisa main di gaya bebas, tapi ternyata tidak bisa. Jadi untuk sisa nomor yang diikuti, kami berharap bisa memberikan hasil terbaik,” imbuh dia.
Apresiasi tinggi layak diberikan kepada judo yang berhasil membuat kejutan dengan meraih medali emas. Emas tersebut dipersembahkan oleh Adelia Aisyah yang turun di nomor 78 kilogram putri. Dengan hasil ini menunjukkan judo memiliki progres yang luar biasa. Sebab di PON Aceh-Sumut 2024 judo hanya mampu meraih lima medali perunggu.
Ketua PJSI Kaltim Muslimin yang hadir langsung di Kudus mengaku bangga atas prestasi yang diraih oleh atletnya. “Kalau berkaca hasil PON 2024, alhamdulillah ada peningkatan yg luar biasa dari atlet kita. Di Aceh lalu kita hanya dapat 5 perunggu. Di PON Bela Diri ini kita dapat satu emas, satu perak, dan empat perunggu. Kami bersyukur kepada Allah SWT, sudah memberikan kekuatan dan kemenangan bagi judo Kaltim, yang mana ini kami akan siapkan untuk PON 2028. Apalagi materi kita ini masih muda-muda,” tukas Muslimin.(*)

SAMARINDA – Menyongsong pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur melalui Tim Penjaringan dan Penyaringan…
SelengkapnyaSAMARINDA - Tak banyaknya waktu persiapan jelang Porprov VIII/2026 di Paser, membuat semua elemen yang terlibat kini harus bergerak cepat.…
Selengkapnya
SAMARINDA-TRANSISI kepemimpinan di tubuh KONI Kalimantan Timur periode 2026-2030 bukan sekadar pergantian figur, melainkan upaya menjaga kesinambungan prestasi olahraga di…
SelengkapnyaSamarinda-Pukul 16.00 Wita, hari Kamis (30/4) saya bersama kawan-kawan pengurus KONI Kaltim, perwakilan KONI dari 10 kabupaten dan kota se-Kaltim,…
Selengkapnya
BALIKPAPAN – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Ir. Seno Aji, M.Si., menghadiri acara pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan…
SelengkapnyaSAMARINDA. Teka-teki mengenai arah dukungan dan kesiapan figur dalam bursa pencalonan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur…
Selengkapnya
SAMARINDA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Timur resmi menetapkan waktu pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) untuk memilih…
SelengkapnyaTANAH GROGOT – Menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim yang akan digelar pada 14-27 November 2026, Komite Olahraga…
Selengkapnya