KONIKALTIM.NEWS - Sebanyak 10 atlet Taekwondo Kaltim akan bertarung pada Asian Taekwondo Indonesia Open Championship di Indoor Tennis Senayan, Jakarta, 1–5 Agustus. Turnamen World Taekwondo (WT) berstatus G2 itu telah diikuti peserta dari 43 negara dan menjadi salah satu ajang pengumpul poin ranking internasional bagi atlet senior.
Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Kaltim tidak hanya membidik zona medali. Kejuaraan tersebut juga dijadikan tolok ukur untuk menentukan komposisi tim inti yang akan dipersiapkan menghadapi Pra PON, menghadapi persaingan atlet-atlet terbaik dari berbagai negara.
Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengprov TI Kaltim Alfred Blegur mengatakan, Indonesia Open menjadi salah satu agenda internasional yang memiliki nilai penting dalam kalender WT.
"Indonesia Open itu kegiatan WT G2. Itu untuk dapat poin. Salah satu kegiatannya di Indonesia itu G2 ini. Nilai poinnya itu 20 untuk senior," jelasnya, Jumat (31/7/2026).
Pengprov TI Kaltim mengirim 10 atlet yang terdiri atas tujuh putra dan tiga putri. Mereka akan turun pada delapan kelas pertandingan.
Kontingen putra diperkuat Siloam Blegur dan Muhammad Rafi (Under 54 kilogram), Andi Muhammad Dzul Ikram (Under 58 kilogram), Muhammad Alif Rabbani (Under 63 kilogram), Muhammad Mustofa Hilmi (Under 68 kilogram), Valdo Caesar Nurzy (Under 80 kilogram), serta Bennaya Rafael Warkay (Under 87 kilogram).
Sementara sektor putri diperkuat Ighfirna Haira (Under 49 kilogram), Desak Made Raina (Under 53 kilogram), dan Suvitta Patricia Trikadi Busana (Under 53 kilogram).
Hingga menjelang pelaksanaan kejuaraan, tercatat 43 negara telah mendaftarkan atletnya.
Selain itu, sekitar 24 hingga 30 kontingen provinsi dari Indonesia juga diperkirakan ikut ambil bagian.
"Yang sekarang sudah terdaftar itu 43 negara. Dan juga ada beberapa provinsi, sekitar 24 atau sudah 30 provinsi yang daftar," katanya.
Alfred menjelaskan atlet-atlet Kaltim tampil sebagai wakil provinsi. Adapun Indonesia juga menurunkan tim nasional yang telah memiliki komposisi atlet tersendiri.
"Tim nasional sendiri sudah ada timnya. Atlet-atlet dari Pelatda di semua provinsi juga boleh mengikuti kejuaraan tersebut. Kalau kami mewakili Kalimantan Timur," jelasnya.
Menghadapi kejuaraan dengan kualitas peserta internasional, Pengprov TI Kaltim memilih memasang target realistis.
"Kami target sendiri zona medali saja. Soalnya kami tahu atlet yang ikut di kegiatan ini semua atlet-atlet dunia," tegas Alfred.
Lebih jauh, ia menegaskan Indonesia Open bukan sekadar ajang berburu prestasi internasional. Hasil yang diperoleh para atlet akan menjadi bahan evaluasi Pengprov TI Kaltim dalam menyusun kekuatan menuju Pra PON.
"Kejuaraan ini sasaran antara kami dari Pengprov. Program kami memang persiapan menuju Pra PON. Kejuaraan ini untuk mempersiapkan atlet-atlet dan menentukan tim inti untuk Pra PON nanti. Puncaknya memang di Pra PON, itu target utama Taekwondo Kaltim," pungkasnya. (upi/hms.koni)