SAMARINDA - Bukan sekadar bangunan megah, stadion ini adalah monument visi besar yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Ia menjadi jantung dan panggung utama bagi perhelatan akbar olahraga nasional: Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII Tahun 2008. Namun, kebanggaan Palaran jauh melampaui kemegahan fisiknya. Stadion ini adalah saksi bisu dari capaian bersejarah yang hingga kini belum terulang oleh tuan rumah PON di luar Pulau Jawa.
REKOR ABADI: KALTIM EMAS 2008
Di bawah sorotan lampu dan gemuruh dukungan publik sen- diri, Kontingen Kalimantan Timur berhasil mencatatkan prestasi fantastis. Kaltim tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga sukses dalam prestasi dengan menorehkan, 115 medali emas, 111 medali perak dan 115 medali perunggu. Total raihan ini mengantar Bumi Etam bertengger kokoh di peringkat ketiga nasional, tepat di bawah Jawa Timur (pertama) dan DKI Jakarta (kedua).
Ini adalah prestasi yang melampaui ekspektasi. Mari kita lihat kembali sejarah PON setelah 2008 yakni, Riau (PON 2012). Hanya menembus 4 besar, Papua (PON 2021): berada di peringkat ke-4, dan Sumatera Utara (PON 2024). Targetnya pun berada di peringkat ke-4. Fakta historisnya adalah: hingga kini, hanya Kalimantan Timur satu-satunya tuan rumah PON di luar Pulau Jawa yang berhasil meraih prestasi 3 besar. Ini adalah rekor yang layak diabadikan sebagai warisan semangat perjuangan.
WUJUDKAN PRASASTI TIGA BESAR: BUKAN HANYA MONUMEN, TAPI INSPIRASI
Saat ini, kawasan Bundaran Stadion Palaran sudah dihiasi dengan indah oleh Monumen Patung Lembuswana, simbol mitologi kebesaran dan kewibawaan Kaltim. Namun, untuk melengkapi symbol sejarah tersebut, kini saatnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengambil langkah visioner: membangun prasasti (tugu) prestasi 3 besar PON XVII Tahun 2008 di Bundaran Stadion Utama Palaran.
Prasasti ini bukan sekadar nisan masa lalu. Pengakuan sejarah. Ia adalah pengakuan resmi atas kerja keras, dedikasi, dan pengorbanan seluruh atlet, pelatih, ofisial, dan rakyat Kaltim yang bersatu padu pada tahun 2008. Pelecut semangat. Ia akan menjadi simbol abadi yang dilihat setiap hari, berfungsi sebagai penyemangat bagi generasi muda atlet Kaltim untuk terus mewujudkan target 3 besar dalam setiap ajang olahraga nasional. Penegasan identitas. Di tengah dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), prestasi 3 besar 2008 adalah identitas keunggulan yang patut dibanggakan, menun- jukkan bahwa Kaltim tidak hanya unggul dalam SDA, tetapi juga dalam sportivitas dan prestasi.
Melalui pembangunan prasasti ini, kita memastikan bahwa gelora semangat “Kaltim 3 Besar” tidak pernah padam. Kita akan mengubah ingatan manis menjadi batu abadi yang menjadi motivasi untuk selalu berprestasi di tingkat nasional. Mari kita wujudkan Tugu Prestasi Tiga Besar ini, agar setiap mata yang memandangnya akan teringat: Kalimantan Timur adalah juara, dan semangat 2008 akan terus hidup! (rd)

SAMARINDA KOTA. Harapan agar ketua KONI Kaltim saat ini bisa melanjutkan kepemimpinan di periode kedua kembali datang. Kali ini, asa…
SelengkapnyaSAMARINDA – Dukungan terhadap Rusdiansyah Aras untuk kembali memimpin KONI Kaltim terus menguat. Di tengah wacana regenerasi kepemimpinan seiring akan…
Selengkapnya
SAMARINDA KOTA. Dukungan agar Ketua KONI Kaltim saat ini, Rusdiansyah Aras, untuk tetap maju melanjutkan periode kedua terus mengalir. Alasannya,…
SelengkapnyaSAMARINDA - Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras menegaskan tidak akan maju kembali dalam pencalonan Ketua KONI Kaltim pada Musyawarah Provinsi…
Selengkapnya
SAMARINDA. Kendati Ketua Umum KONI Kaltim, Drs H Rusdiansyah Aras sudah menyatakan niatnya untuk tidak lagi maju menjadi calon ketua…
SelengkapnyaSAMARINDA KOTA. Meski sudah ada pernyataan Ketua Umum KONI Kaltim Rusdiansyah Aras, untuk tidak lagi mencalonkan diri pada Musyawarah Olahraga…
Selengkapnya
SAMARINDA KOTA. Dinamika yang terus berkembang jelang akhir masa kepengurusan KONI Kaltim mendapat perhatiaan serius Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani)…
SelengkapnyaSamarinda-Sebagai lumbung atlet nasional di luar Pulau Jawa, Kaltim memerlukan harmonisasi yang presisi antara kebijakan pemerintah dan eksekusi pembinaan di…
Selengkapnya