SAMARINDA - Terungkapnya wacana pengusulan penundaan Porprov Kaltim VIII/2026 di Kabupaten Paser, menjadi sebuah anomali di tengah target tinggi Gubernur Kaltim terkait prestasi Benua Etam di kancah nasional. Sementara, tak bisa disangkal, bahwa porprov menjadi tolok ukur awal bagaimana kesiapan atlet-atlet Kaltim menuju PON 2028 yang akan diawali dengan babak kualifikasinya di 2027 nanti.
Usulan untuk menunda porprov ini pertama kali disampaikan oleh Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (Kabid PPO) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, saat memberikan sambutan di rapat kerja Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI), Selasa (25/11/2025) pekan lalu. Dikonfirmasi ulang, pada Kamis (27/11/2025), Rasman mengatakan usulan itu bukan tanpa alasan, tapi cukup realistis, mengingat kondisi anggaran bila transfer keuangan daerah oleh pusat benar-benar dipangkas seperti diberitakan belakangan.
“Usulan ini muncul saat Dispora se-Kaltim mengadakan rapat bersama di PPU pada 20 November lalu. Bahwa pemangkasan transer ke daerah ini, berimbas ke semuanya, baik provinsi maupun kabupaten/kota,” Rasman menuturkan.
Dengan kondisi yang dilematis ini, akhirnya muncul usulan agar porprov ditunda dulu, mengingat kondisi anggaran. Namun, Rasman buru-buru menambahkan, bahwa penundaan ini tak berarti dihentikan keseluruhan. Artinya, sambil menunggu dan melihat situasi dan kondisi keuangan daerah.
“Ya, nanti kita lihat lagi, pertengahan tahun kondisinya bagaimana. Apakah sama seperti yang kita bayangkan selama ini. Kalau ternyata memang seperti yang dikhawatirkan tidak ada jalan lain. Karena bisa dipastikan akan ada daerah yang mungkin tidak menganggarkan keikutsertaannya di porprov nanti,” jelasnya menekankan.
Terpisah, Plt Kepala Dispora Kaltim Muhammad Faisal, mengatakan sementara ini ia belum mengetahui adanya usulan penundaan itu. Sampai saat ini, pelaksanaan porprov masih sesuai rencana, digelar pada tahun depan.
Faisal juga menyadari pentingnya pelaksanaan porprov sesuai jadwal. Mengingat bahwa, setelah itu akan ada agenda lanjutan yang tak kalah penting, babak kualifikasi (BK) PON.
“Target kita tetap, porprov bisa terlaksana di 2026. Supaya nanti di 2027 itu kan ada BK PON, atlet kita sudah siap,” ucap Faisal.
Terlebih dengan adanya keinginan kepala daerah untuk bisa membawa Kaltim minimal di 3 besar PON 2028, wajib ada persiapan lebih awal.
“Saya sudah bicara juga dengan KONI Kaltim soal target gubernur ini. Mudah-mudahan nanti kami bisa membuat diskusi grup untuk memformulasikan strategi menuju juara umum atau 3 besar di PON nanti,” pungkas Faisal. (*)