SENIN
10 Agustus 2020

Dukung Kepengurusan KONI Diperpanjang Cabor Usulkan Satu Tahun

8/05/2020
Mundurnya jadwal Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua sempat membuat dilema. Pasalnya, masa kepengurusan KONI Kaltim di bawah kepemimpinan Zuhdi Yahya akan berakhir pada Mei 2021 atau lima bulan sebelum gelaran PON dimulakan pada Oktober 2021. Memilih ketua baru dinilai bukan pilihan tepat, pasalnya dengan waktu lima bulan tak akan cukup mempersiapkan diri di ajang sebesar PON yang akan dihelat di Papua.

SAMARINDA-Opsi memperpanjang masa kepengurusan akhirnya menjadi yang paling tepat. Beberapa cabor seperti Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI), Persatuan Olahraga Biliar Indonesia (POBSI), Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI), serta Seksi Olahraga-Persatuan Wartawan Indonesia (SIWOPWI) sepakat agar kepengurusan KONI Kaltim diperpanjang.

Ketua Pengprov PGSI Kaltim Said Amin mengatakan, kepengurusan KONI Kaltim saat ini memang seharusnya diperpanjang mengingat situasi sekarang di mana pandemi Covid-19 memengaruhi segala sektor termasuk olahraga.

“Saya rasa memang seharusnya diperpanjang. Pengurus yang ada ini kan habisnya Mei 2021, kalau pemilihan ketua baru jelas tidak akan siap untuk menuju PON dengan waktu hanya lima bulan,” Said Amin.

Sementara itu, untuk menuju PON Papua, ada banyak hal yang harus disiapkan tak hanya dari sisi teknis namun juga nonteknis seperti akomodasi, konsumsi dan transportasi kontingen Kaltim selama di Papua.

“Ini merupakan pekerjaan besar. Kami saat ini sudah membentuk sejumlah tim, kalau personel yang ada ini diganti dengan orang baru, itu jelas akan mengganggu persiapan,” imbuhnya.

Ketua SIWO-PWI Kaltim Rusdiansyah Aras menambahkan, ada sejumlah faktor yang menjadi dasar mengapa kepengurusan harus diperpanjang. Dikatakannya, jika kepengurusan habis dan dilakukan pemilihan ketua baru, dikhawatirkan sisa waktu yang ada tidak cukup untuk melakukan persiapan ke PON yang hanya lima bulan.

Pengurus baru lazimnya melakukan konsolidasi internal setelah terpilih dan ini memakan waktu yang tidak sebentar. “Konsolidasi itu paling tidak memerlukan waktu satu bulan. Belum lagi mempersiapkan puslatda, waktu yang tersisa saya yakin tidak akan cukup,” jelas Rusdi.

Dia mengatakan, PON Papua tak

sama seperti PON sebelumnya. PON kali ini, ujarnya, memerlukan persiapan ekstra baik dari sisi anggaran, mental, dan fisik. Karena itu, sejak jauh-jauh hari KONI Kaltim sudah membentuk tim untuk mempersiapkan PON seperti Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev), kemudian Tim Aju dan lainnya.

“Yang dikhawatirkan, jika membentuk kepengurusan baru maka personel yang ada bisa berubah dan ini tentu mengubah program yang sudah berjalan,” tandasnya.

Menurut dia, keputusan pemerintah untuk memundurkan jadwal pelaksanaan PON merupakan langkah tepat di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini. Dengan waktu satu tahun lebih, memberi kesempatan kepada daerah untuk bersiap khususnya dari sisi anggaran.

“Makanya PON diundur menjadi Oktober 2021 itu sudah tepat. Kalau diundurnya Desember 2020, daerah pasti akan kesulitan dari sisi anggaran,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Pengprov  POBSI Kaltim Ismail mengatakan, idealn ya kepengurusan diperpanjang hingga satu tahun. Menurut dia, jika hanya diperpanjang enam bulan atau hingga November 2021, maka waktunya juga tidak akan cukup karena setelah pelaksanaan PON akan ada banyak laporan pertanggungjawaban yang harus diselesaikan.

“Kalau diperpanjang satu tahun, ada waktu yang cukup untuk menyiapkan laporan pertanggungjawaban khususnya dari pengurus cabor. Kalau hanya enam bulan, kemudian setelahnya dilakukan pemilihan, pengurus baru akan direpotkan dengan laporan pertanggungjawaban,” paparnya.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Pengprov PDBI Kaltim Akhmad Albert. Dia menegaskan, perpanjangan masa bakti kepengurusan akan membuat program yang sudah berjalan saat ini tetap berada di jalur yang tepat. Apalagi tantangan Kaltim di PON Papua cukup berat yakni mempertahankan prestasi lima besar.

“Tantangan kita di PON Papua itu berat sekali. PON kali ini beda, persiapannya harus lebih maksimal, baik dari sisi anggaran, mental, fisik. Makanya persiapan yang sudah bagus ini, seharusnya bisa terus dijaga hingga pelaksanaan PON demi tercapainya target di PON nanti,” tutupnya. (*)


Batasan Umur Menyesuaikan
SAMARINDA–Agar kegiatan olahraga nasional tak mandek, KONI Pusat adakan rapat dalam jaringan (daring) dengan seluruh KONI…
Kejurprov Gulat Junior Kaltim Momen Regenerasi
Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Gulat Junior Kaltim bergulir di Balikpapan Sport & Convention Center (BSCC) Dome Balikpapan.…
Pencairan Bonus Lebih Cepat
Kabar baik untuk atlet berprestasi di kuali? kasi pekan olahraga nasional (pra-PON). Wacana pemberian bonus yang diagendakan…
Pra-PON, Anggar Sukses Bawa Pulang Tujuh Medali
SEMARANG - Tampil di Pra-PON 2019 pada 10-14 Oktober, skuat Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Kaltim sukses. Boyongan…
Zuhdi Motivasi Layar Menuju SEA Games di Filipina
JAKARTA - Gelaran pesta olahraga dua tahunan bertajuk SEA Games 2019 di Filipina bakal segera dihelat. Sebanyak 11 negara…
Raih Satu Emas di Pra-PON, Biliar Kaltim Ukir Sejarah
Berhasil meraih emas dalam pentas pra-PON, Biliar Kaltim mencetak sejarah dengan skor terbaik.JAKARTA-Persatuan Olahraga…
Optimistis Satu Emas
Tenis meja kaltim ditargetkan mampu tampil moncer di kandang. Menjadi tuan rumah Pra-PON 2019, medali emas menjadi bidikan…
Kempo Dilantik 23 Agustus
SAMARINDA - Untuk kali kedua Iskandar memimpin Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kaltim. Ya, setelah sukses…
Asa Binaraga Jaya di Papua
SAMARINDA – Kejuaraan provinsi (kejurprov) binaraga digelar di Taman Budaya Samarinda, Minggu (28/7). Ajang tersebut jadi…
M Yamin Pimpin Gabsi Kaltim
Menyongsong Pekan Olahraga Nasional XX/2020 di Papua, Gabsi Kaltim akan mengarungi riam perjuangan dengan nakhoda baru.SAMARINDA–Kepengurusan…